Logo Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia Mengalami Reposisi di Tahun 2016

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengumumkan reposisi logo “Wonderful dan Pesona Indonesia” di tahun 2016 dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar, Jakarta, Rabu (30/12). Meski mengalami reposisi, logo tersebut tetap mengedepankan sayap burung Garuda sebagai ikonnya.

Reposisi ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dari penggunaan logo tersebut. Mengutip dari laman www.Indonesia.travel, pada reposisi terbarunya, kata “Wonderful/Pesona” diperbesar untuk memastikan tagline tetap terlihat jelas apabila logo tersebut dimuat dalam ukuran kecil pada pengaplikasiannya. Ukuran ikon burung Garuda juga diperbesar mengikuti komposisi kata “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.

Perubahan ukuran kata “Wonderful/Pesona” secara otomatis menggeser ikon burung Garuda ke sebelahan kanan sehingga kini ikon tersebut berada di luar kata “Wonderful Indonesia”. Kemudian sebagai harmonisasi, sayap burung Garuda berwarna hijau dan biru dibuat terkoneksi dengan huruf ‘a’ dari kata “Indonesia”.

Selain itu, ada perbaikan minor pada pembentukkan ekor ikon burung Garuda agar keseluruhan logo termuat sempurna. Lengkungan ekor garuda dapat diatur sesuai dengan efektifitas ruang. Perbaikan ini bersifat opsional mengikuti ketersediaan ruang pengaplikasian logo.

Panduan penggunaan logo juga diberlakukan pada pemasangan avatar sosial media yang biasanya menerapkan ruang lebih kecil. Apabila sebelumnya ikon burung garuda harus ditampilkan utuh, kini pemotongan diperbolehkan dengan tujuan memperjelas inti dari ikon dengan syarat lima paduan warna burung garuda tetap terlihat.

Sementara itu, dalam pengaplikasian di ruang horizontal yang ekstrem, kata “Wonderful/Pesona” dan “Indonesia” disejajarkan secara horizontal diikuti ikon burung Garuda di belakangnya. Dalam pengaturan tipografi, jenis font “Signika” tetap dipakai dengan ketentuan “Signika Semibold” untuk kata “Indonesia”, dan “Signika Light” untuk kata “Wonderful”.

Selain perubahan di atas, keluwesan gambar ikon burung garuda yang tanpa sudut tetap dijaga. Lima warna indah dengan masing-masing makna pada ikon tersebut juga dipertahankan. Warna biru melambangkan kesemestaan, hijau sebagai kreatifitas dan ramah pada alam, jingga lambang inovasi dan semangat pembaruan, ungu simbol daya imajinasi dan keimanan, serta magenta merupakan simbol keseimbangan akal sehat dan sifat praktis. Rentangan sayap Garuda pada logo ini memiliki makna hasrat kuat untuk terbang jauh sekaligus perlambang kedamaian.

Logo menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dalam pembangunan branding pariwisata Indonesia. Branding ini mewakili semangat pariwisata Indonesia melalui promosikan destinasi di Indonesia berdasarkan konsep BAS (Branding, Advertising dan Selling) oleh Kemenpar.

Dalam jumpa pers, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan betapa pentingnya brand value dan country branding sebagai investasi jangka panjang.

Branding adalah janji yang kita berikan pada konsumen, jika berhasil, akan menjadi reputasi,” pungkas Arief.

Artikel Selanjutnya 10 Berbagai Tempat Wisata Utama di Indonesia
Artikel Sebelumnya Nggak Cuma Hotel! Inilah Jenis-jenis Akomodasi yang Sebaiknya Kamu Tahu

LEAVE A REPLAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *