Destinasi Wisata Yang Wajib Di Kunjungi Di Ibu Kota Jakarta

Kota Tua Jakarta
Foto By : google.com
Kawasan ini mencangkup sebagian Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, mulai dari Pelabuhan Sunda Kelapa sampai Museum Bank Indonesia. Pada masanya, Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk yang digunakan untuk kegiatan jual beli dalam perdagangan internasional. Sedangkan kawasan sekitar Museum Bank Indonesia dan Museum Fathillah adalah salah satu pusat pemerintahan kolonial. Kini Kota Tua Jakarta bisa dijadikan tempat bersantai bersama teman dan keluarga, selain juga merupakan salah satu tempat favorit untuk berburu foto.

 

 

Museum Fatahillah
foto by : id.wikipedia.org
Menempati bangunan bergaya neoklasik, museum ini menyimpan sekitar 23.500 barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika, seperti Prasasti Ciaruteun yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara, meriam si Jagur, patung Dewa Hermes, mimbar Masjid Kampung Barat, serta penjara bawah tanah tempat Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro pernah ditahan.

 

 


Chinatown Jakarta ( Glodok )

Foto by : ulinulin.com
Seperti umumnya sebuah Chinatown, di sini dapat melihat berbagai bangunan dengan arsitektur Khas dan suasana seperti di Tiongkok, selain juga bisa ditemukan banyak pertokohan yang menjual makanan, obat-obatan tradisional, mainan, pakaian, aksesoris, alat jahit, hingga produk elektronik. Bagi Muslim, sebelum membeli makanan bertanyalah terlebih dahulu apakah makan tersebut mengandung babi atau tidak. Hal unik lainnya yang bisa dijumpai di sini adalah beberapa penjual toko yang masih menggunakan sempoa untuk menghitung.

 

 

Museum Nasional
foto by : detak.co
Sering disebut dengan Museum Gajah karena terdapat patung gajah berbahan perunggu di depan museum yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Kerajaan Thailand, museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara ini memiliki koleksi arca dari berbagai zaman, termasuk arca Bhairawa setinggi lebih dari empat meter, selain juga meriam kuno, seperangkat gamelan, tekstil, keramik, wayang, miniatur rumah adat dan senjata tradisional.

 


Taman Wisata Alam ( TWA ) Angke Kapuk

foto by : segalasudut.com
Kawasan Konservasi hutan bakau ini merupakan tempat tinggal bagi beragam satwa, mulai dari monyet, burung, hingga biawak air. Selain berjalan kaki dijalan setapak, bisa juga berkeliling dikawasan ini dengan naik perahu dayung, kayak, atau kapal motor menyusuri sungai. Pastikan untuk mampir di gardu pandang setinggi lebih dari lima meter yang tak hanya menawarkan panorama TWA Angke Kapuk, namun juga bisa melihat kawasan Pantai Indah Kapuk dan sekitarnya.

 


Planetarium dan Observatorium Jakarta

foto by : tamanismailmarzuki.jakarta.go.id
Pengunjung dapat menonton petunjukan teater bintang selama satu jam untuk memahami dasar-dasar ilmu astronomi. Ruangannya mirip dengan gedung bioskop dengan lampu yang diamtikan saat petunjukan dimulai, hanya saja layar lebarnya berupa kubah gedung planetarium. Mata bakal dimanjakan dengan kelap kelip lampu yang dianalogikan sebagai bintang, sementara narator menjelaskan dasar-dasar ilmu astronomi, seperti nama rasi bintang, planet, asteroid, dan fenomena langit lainya.

 


Gedung Arsip Nasional

foto by : jejakpiknik.com
Bangunan elegan yang terletak di Jalan Gajah Mada ini merupakan kediaman Gebernur Jendral VOC Reiner de Klerk pada abad 18, sebelumnya beralih fungsi menjadi Kantor Dapertemen Pertambangan dan Kantor Arsip Nasional, lalu direnovasi dan diresmikan sebagai cagar budaya nasional. Pada 2001, Gedung Arsip menjadi bangunan Indonesia pertama yang berhasil meraih juara 1 UNESCO Cultural Heritage Award untuk seluruh Asia Pasifik. Selain menyimpan sejumlah barang peninggalan dari zaman kolonial, terdapat juga ruang makan yang digunkan untuk menjamu Hillary Clinton saat berkunjung ke Indonesia dan kamar tidur Reiner de Klerk.

Artikel Selanjutnya Kuliner Banten Yang Wajib Kamu Coba
Artikel Sebelumnya Kuliner Enak Di Semarang

LEAVE A REPLAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *