Kuliner Yogyakarta Yang selalu bikin Kangen dan ingin mencoba lagi

Angkringan Lik Man

Foto by : entalmotordijogja.com

Buka selepas senja hingga dini hari, menu andalanya adalah nasi kucing dengan osengan tempe, teri dan sambal yang kemudian dibungkus daun pisang. Bisa juga menambah lauk diluar lauk standar tersebut dengan sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, sate kulit, sate ayam, gorengan dan kerupuk. Minuman favorit disini adalah kopi joss yaitu kopi panas yang dicampur dengan arang membara.( Jl Wangsodirjan )

 

 

Oseng-oseng Mercon Bu Narti

Foto by : njogja.co.id

Dinamai demikian karena rasanya yang pedas seperti mercon mercon, nasi putih panas yang disajikan bersama dengan oseng-oseng kikil, gajih, kulit, tulang muda, serta irisan cabai rawit ini harus disantap selagi hangat, karena didiamkan walaupun ahnaya sebentar oseng-oseng ini akan membeku karena akibata lemak yang banyak. ( Jl. Akhmad Dahlan, Gang Purwodiningrat )

 

 

Gudeg Pawon

Foto by : viva.co.id

Merupakan Gudeg basah, yaitu gudeng dengan kuah santan yang gurih dan rasanya tidak terlalu manis, serta disajikan bersama sambal krecak, telur dan ayam kampung, sesuai namanya pawon yang dalam bahasa jawa yang berarti dapur, pengunjung yang ingin menikmati gudeg ini harus mengantri di dapur pemiliknya, Prapto Widarso.( Jl Jenturan 36-38 Warung Boto )

 

 

Soto Kadipiro

Foto by : njogja.co.id

Dirintis 1921, Keistimewaan soto kadipiro adalah kuah dari kaldu ayam kampungnya. Semangkok soto berisi suwiran ayam kampung, kecambah dan kol. Nasi dapat dicampur atau dipisah, dengan diatas meja disediakan lauk tambahan, seperti sate ati, sate ampla, tahu ,tempe, perkedel, sayap, dan kepala ayam. Direkomendasi untuk pengunjung waru g pertamannya di jalan Wates. ( Jl Wates No 33 ).

 

 

Gado-gado dan Lotek Bu Ning

Foto by : commons.wikimedia.org

Bu Ning Sudah merintis usah ini sejak 1983. Bumbu kacang yang dihaluskan di beri kol, bayam, touge, tomat, mentimun dan kacang panjang yang direbus sempurna. ( Jl surokarsan 32 ).

 

 

Soto Sulung Stasiun Tugu

Foto by : bonvoyagejogja.com

Berdiri sejak 1968, soto Sulung stasiun tugu menawarkan soto daging dan soto daging campur jeroan. Dengan dua kali pengolahan, dagingnya terasa empuk dan jeroanya tidak amis dan empuk. Soto ini memiliki kuah pekat dan disajikan dengan potongan telur rebus, perasan jeruk nipis dan sambal. ( Area Parkiran Selatan Stasiun Tugu )

 

 

Nasi Goreng Bringharjo

Foto by : sewamobildijogja.net

Beroperasi sehjak 1960-an, nasi goreng yang dimasak dengan ayam dan babi ini sekali masak langsung banyak sehingga mengunakan wajan besar. Aroma bawang putih tak terlalu kuat, salain tidak terlalu asin ataupun manis. Nasi Goreng disajikan dengan irisan tomat, Kol, Daun Seledri, telur dan acar. ( Jl Pabringan 1 ).

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Selanjutnya Destinasi Wisata Populer di Magelang, Kota Sejuta Bunga
Artikel Sebelumnya Bar Di Atas Atap Menyuguhkan Pemandangan Indah Ibu Kota Jakarta

LEAVE A REPLAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *