Pusat Pembuatan Keris Berkualitas Tinggi Ada di Madura

Madura semakin mudah di akses dari Surabaya dengan hanya melintas jembatan Suramadu yang mirip dengan Golden Gate di Amerika Serikat, pulau yang terkenal dengan karapan sapi-nya dan sate-nya ini juga merupakan tempat asal aneka kekayaan kuliner Indonesia.

 

Kraton Sumenep

Foto dari rudygemma.com

Di tahun 1740 terjadi haru-haru di Semarang yang menyebabkan tewasnya ribuan orang Tionghoa pertama yang datang dan menetap di Sumenep. Pemilihan corak ukiran banyak menggunakan kuning emas merah terang, kedua warna yang lekat dengan budaya Tionghoa karena dianggap sebagai pembawa kesejahteraan dan kesuburan.

 

 

Masjid Agung Sumenep

Foto dari viva.co.id

Mesjid yang terletak bersebarangan dengan keraton Sumenep ini juga di desain oleh Lauw Piango. Arsitekturnya memiliki unsur Budaya Tionghoa, Eropa, Jawa dan Madura, selain Protugis yang terlihat dalam bentuk minaretnya yang stinggi 50 meter. Di halamnya terdapat Jam Matahari, sebuah teknologi sederhana menunjukan waktu salat yang masih digunakan.

 

Desa Aeng Tong Tong 

Foto dari haengtongtong.blogdesa.net

Desa di barat lauk kecamatan Saronggi yang tak jauh dri pusat kota Sumenep tersohor sebagai pusat pembuatan kris berkualitas inggi. Hampir semua laki-laki desa ini memiliki kemampuan mengubah besi menjadi keris penuh lekukan indah. banyak faktor yang membuat keris menjadi mahal. di antaranya adalah bahan baku besi tyang berkualitas, lama pengerjaan dan desain yang rumit. Harga Keris mulai Rp 400.000 hingga miliaran rupiah.

 

 

Asta Tinggi Sumenep

Foto dari go2blog.blogspot.co.id

 

Komplek makam dikawasan daratan tinggi Bukit Kebon Agung, Sumenep ini sudah ada sejak tahun 1750 dan tetep dipenuhi peziarah. Arsitekturnya bergaya Hindu dan banyak yang percaya bahwa disinilah makam Pangeran Diponegoro yang asli karena yang ditangkap oleh VOC di Makasar bukan lah Pangeran Diponegoro asli. Mengetahui niat licik VOC, konon ia memerintahkan pengikutnya yang berwajah mirip untuk mengelabui Belanda. Setelah pengikutnya yang berwajah mirip itu tertangkap, Pangeran Diponegoro hidup berpindah-pindah. Menjelang tutup usia, ia menetap di Sumenep ditampung oleh masyarakat setempat.

 

 

CV. Visitnesia.com

Tour – Thematic Tour – Honeymoon – Transport – Open Trip – Sewa Drone

WhatsApp: 0812 2667 2661

Artikel Selanjutnya Icip-Icip Kuliner Khas Madura
Artikel Sebelumnya Jelajah oleh-oleh dan Kuliner di kota hujan Bogor

LEAVE A REPLAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *