Mengenal Wisata Budaya dan Sejarah Kota Cirebon

Cirebon letaknya di pesisir Jawa Barat yang berbatasan dengan Jawa tengah menjadikan Cirebon sebagi kota yang mengasimilasikan budaya Eropa, Tiongkok dan arab. Pernah menjadi sebagai salah satu kota pelabuhan tersibuk di Jawa., berkunjung kecirebon berarti berwisata sejarah dan kuliner.

 

Makam Sunan Gunung Jati

Foto: travel.kompas.com

 

Selain berziarah, makam Suanan Gunung Jati juga menyimpan objek menarik lainya, termasuk sejumlah keramik dari Tiongkok yang merupakan tanda cinta Putri Ong Tien, anak Kaisar Hong Gie dari denasti Ming, untuk sang sunan. Beberapa keramik dijadikan dekorasi dinding makam, sementara sisanya ditaruh disekitar makam, mulai dari piring keramik yang dilukis biru, keramik untuk hiasan dinding , guci keramik hingga perkakas keramik lainya. Makam Putri Ong Tien sendiri hanya beberapa meter jauhnya dari makam sang sunan.

 

 

Kraton Kasepuhan

Foto: www.hipwee.com

 

Terdiri dari Kraton, Alun-alun, dan Masjid, komplek ini rancangannya sama dengan Kraton Yogyakarta dan solo, namun Kraton Kasepuhan ini masih memliliki unsur Hindu yang kental, terlihat dari tembok yang terdiri dari bata merah dan bentuk gapura yang sama dengan bangunan Hindu lainnya. Kraton termegah di Cirebon ini juga menyimpan berbagai koleksi yang merupakan perpaduan dari tiga agama, yaitu Hindu, Islam dan Budha, Serta tiga budaya yaitu Tionghoa, Jawa  dan Eropa.  Benda yang menunjukan dengan jelas perpaduan berbagai unsur tiga agama dan budaya ini adalah kereta Kencana Singa Barong, Yaitu  kereta kencana tua canggih pertama buatan Indonesia.

 

 

Taman Sari Gua Sunyaragi

Foto: www.piknikdong.com

 

Berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, komplek gua yang dikenal sebagai peristirahatan Kasepuhan Cirebon dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh balai pelestarian Peninggalan Purbakala Serang ini terbagi menjadi dua bagian,, Yaitu pesanggrahan yang dilengkapi serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang tamu, ruang ibadah, taman dan kolam, serta bangunan gua berbentuk gunung-gunungan yang dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Sehingga tempat ini menjadi tempat terbuka yang langsung terpapar sinar matahari, sehingga disarankan untuk membawa pelindung kepala, seperti topi agar tetap nyaman menjelajahinya.

 

 

Kampung Batik Trusmi

Foto: mommiesdaily.com

 

Terletak di Plered, disini lah turis dapat berbelanja Batik khas Cirebon. Selain batik pesisir, Cirebon juga memiliki batik keraton yang di kembangkan untuk keluarga Kraton Kasepuhan dan Kraton Kanoman. Jenis batik yang disebut terakhir ini tak hanya memiliki motif klasik, namun juga berbagai corak yang bervariasi, seperti Pasi Naga Liman yang terpengaruh Persia, Soko Cino dari keramik cina, dan Buraq dari Arab. Motif batik yang terkenal menjadi ikon Cirebon dan Motif Megamendung yang melambangkan awan pembawa hujan sebagai simbol kesuburan dan pemberi kehidupan.

 

 

Artikel Selanjutnya Berwisata kuliner di Kota Cirebon
Artikel Sebelumnya Pawai Ogoh-ogoh Kota Yogyakarta Menyambut Hari Raya Nyepi

LEAVE A REPLAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *