Sejarah Hotel-hotel di Yogyakarta

Jogjakarta merupakan salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sehingga, hal ini menjadi faktor utama laju pertumbuhan hotel yang semakin pesat di Jogjakarta.

Berikut ini sejarah perkembangan hotel di Yogyakarta yang dilansir dari http://yuanelsalioni-vokasi16.web.unair.ac.id

 

1.      Tahun 1908 (Hotel Inna Garuda)

Pada tahun ini dibangun Hotel Inna Garuda yang berlokasi di Jalan Malioboro No. 60. Saat penyelesaian Belanda di Indonesia, pemerintah kolonial ingin membangun sebuah hotel di lokasi strategis pada pusat Jogjakarta, yakni di Jalan Malioboro. Hotel ini yang merupakan hotel paling besar dan paling mewah saat itu memiliki nama Grand Hotel De Djokdja.

Hotel ini mulai beroperasi tahun 1911 dan hanya menampung tamu militer Belanda. Pada 1938, hotel ini dibentuk kembali dalam dua sayap di sisi kanan dan kiri serta bangunan utama di tengah. Pada tahun 1942 Jepang datang dan menaklukkan Indonesia termasuk Jogjakarta serta hotel ini. Jepang kemudian mengubah nama hotel menjadi Hotel Asahi. Pada 1945 nama hotel ini diganti menjadi Hotel Merdeka setelah diambil alih oleh Indonesia dari tangan Jepang. Pemerintah Indonesia mengganti nama hotel menjadi Hotel Garuda pada tahun 1950 dan pada tahun 1975 pemerintah memberikan keperccayaan kepada PT. Natour untuk menjalankan hotel. Tahun 1982 PT. Natour melalukan renovasi kepada hotel sehingga mengganti nama hotel menjadi Hotel Natour Garuda. Pada bulan Maret 2001, PT. Natour bergabung dengan PT. Hotel Indonesia dan nama hotel diubah menjadi Hotel Inna Garuda hingga saat ini.

Hotel yang termasuk ke dalam hotel bintang empat ini terdiri atas 7 lantai, 223 kamar, dan memiliki 18 ruang pertemuan, sebuah area pameran yang luas untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition), empat restoran dan sebuah bar yang menawarkan beragam gaya masakan.

 

 

2.      Tahun 1918 (Hotel Phoenix)

Pertama kali berdiri pada 1918, hotel ini berubah nama menjadi Spledid pada tahun 1930 setelah disewa oleh seorang Belanda. Pada 1942 saat Jepang berkuasa, hotel ini diubah namanya menjadi Hotel Yamato. Pada tahun 1993 hotel ini resmi berganti nama menjadi Hotel Phoenix Heritage. Tahun 2003 Accor Group mengambil alih manajemen serta melakukan renovasi besar-besaran pada hotel ini. Pada 14 Mei 2004 hotel ini berubah nama menjadi Grand Mercure dan pada tahun 2009 berubah nama kembali menjadi The Phoenix Hotel.

Hotel ini memiliki suasana klasik yang dikemas dalam gaya zaman dulu dengan perpaduan dekorasi Asia dan Eropa. Hotel ini dilengkapi restoran, lounge bar serta sebuah teras yang menghadap halaman terbuka, kolam renang, spa, dan ruang konferensi. The Phoenix Hotel memiliki 144 kamar dengan 10 kamar suite serta satu kamar khusus bagi orang cacat. Masing-masing kamar memiliki balkon pribadi yang dilengkapi dengan perabotan modern dan klasik.

 

 

3.      Tahun 1956 (Hotel Melia Purosani)

Hotel ini berdiri sejak tahun 1956 dan telah sukses bertumbuh secara konstan yang dibantu oleh sejumlah penggabungan. Hotel ini dulunya adalah pabrik besi Purosani dimana nama ini kemudian digunakan sebagai nama hotel. Bangunan yang terdiri dari 3 bagian utama yakni sayap timur,bangunan tengah dan sayap bagian utara ini memiliki tinggi 7 lantai dan berwaarna kuning jingga cerah sehingga hotel ini mudah untuk dikenali. Pekerjaan konstruksi pertama kali dimulai pada tahun 1993. Kemudian hotel ini mulai beroperasi pada tanggal 29 Juli 1994. Setelah semua fasilitas selesai, pada tanggal 7 April 1995 hotel ini melakukan grand opening yang diresmikan oleh Job Ave, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia. Properti hotel ini dimiliki oleh PT. Purosani Sri Persada dan perusahaan ini merupakan penanam modal asing (PMA) dengan porsi terbesar dimiliki oleh Singapore Airlines dan Singapore Steam Ship Coy. Manajemen hotel ini dipercayakan kepada Sol Melia Group yang pada Juni 2012 berubah menjadi Melia Hotel International yang berpusat di Madrid, Spanyol. Melia Hotel International dimiliki oleh Gabriel Escarrer dan didirikan tahun 1956.

 

 

4.      Tahun 1966 (Hotel Royal Ambarrukmo)

Berawal dari bangunan berupa pendopo dengan nama Kedaton Ambarrukmo yang didirikan pada abad ke-18 oleh Raja Hamengkubowono VI dan pada tahun 1966, Presiden Soekarno membangun hotel mewah berkelas yang letaknya di area sekitar pendopo dan diberi nama Ambarrukmo Palace serta beroperasi hingga tahun 2005. Pada tahun 2006, dilakukan renovasi pada pusat perbelanjaan, restorasi Kedaton Ambarrukmo, dan hotel. Hotel ini memiliki 247 kamar yang direnovasi ulang pada 2015 dan memiliki beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh tamu, seperti Jemparingan (tradisi memanah), Patehan  (tradisi minum the), Mocopatan (seni membaca puisi Jawa), latihan tari Jawa klasik dan Aceh, kelas biola untuk anak-anak, kelas suling bambu dan angklung, serta kelas yoga.

 

 

5.      Tahun 1982 (Hotel Mutiara Malioboro)

Hotel ini terletak di Jalan Malioboro No. 18, Pusat Kota Jogjakarta dan dibangun pada tahun 1982 serta direnovasi pada 2012 lalu. Hotel Mutiara Malioboro terdiri dari 7 lantai dan memiliki 120 jumlah kamar serta 1 bar dan restoran. Hotel ini terletak 15 menit dari bandara dan 5 menit dari stasiun kereta api. Dengan desain yang elegan, setiap kamar tamunya yang luas dilengkapi dengan fasilitas yang baik meliputi safe deposit box elektronik pribadi, minibar, hair-dryercoffee/tea maker, in house movies, dan play station di beberapa tipe kamar.

 

 

6.      Tahun 1990 (Hotel Santika Premiere)

Hotel Santika Premiere resmi dibuka pada 17 Desember 1990 dan didesain dengan sentuhan arsitektur Keraton Jogjakarta. Hotel ini berada di bawah naungan Santika Indonesian Hotels and Resorts yang dikelola oleh PT. Grahawita Santika, unit bisnis kelompok Kompas Gramedia. Hotel ini terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 19 dan cukup dekat dengan kawasan Malioboro.

 

 

7.      Tahun 1992 (The Jayakarta Jogjakarta Hotel and Spa)

Hotel Jayakarta yang beralamat di Jalan Adisucipto KM. 8, Jogjakarta ini memiliki 5 lantai, 1 bar dan restoran serta 129 jumlah kamar dengan beberapa pilihan. Hotel ini berada di bawah naungan The Jayakarta Group yang didirikan oleh Syukur Pudjiadi.

 

 

8.      Tahun 1992 (Grand Quality Hotel)

Hotel ini dibangun pada tahun 1992 dan direnovasi pada tahun 2009. Hotel ini juga dikenal dengan sebutan GQ Hotel dan merupakan hotel berkelas internasional, yang menyuguhkan kemewahan serta gaya hidup modern. Merupakan hotel berbintang empat, beralamat di Jalan Adisucipto No. 48, Jogjakarta sehingga berada dekat bandara yang dapat ditempuh hanya dalam beberapa menit. Bangunan hotel ini terdiri dari 8 lantai dan menyediakan 193 kamar dan suite, yang terdiri dari beberapa tipe. Setiap kamar dirancang dengan desain elegan dan dilengkapi sejumlah fasilitas modern.

 

 

9.      Tahun 1995 (Jogjakarta Plaza Hotel)

Hotel yang dibangun pada tahun 1995 ini terdiri dari 3 lantai, 2 restoran, serta 177 kamar. Dalam setiap kamar terdapat akses internet, mini barcoffee/tea maker, serta pendingin ruangan. Hotel ini beralamat di Jalan Affandi Gejayan, Kompleks Colombo, Gejayan, Jogjakarta dan terakhir direnovasi pada tahun 2013

 

 

10.  Tahun 1996 (Hotel New Saphir)

Hotel ini beralamat di Jalan Laksda Adisucipto No. 38, Kota Baru, Jogjakarta sehingga para tamu dapat menjangkau hotel ini sekitar 10 menit dari bandara. Hotel yang dulunya bernama Hotel Saphir Jogjakarta ini pada tahun 2012 berganti nama menjadi Hotel New Saphir setelah selesai direnovasi. Fasilitas yang dimiliki antara lain 206 kamar yang dilengkapi dengan televisi layar datar, kulkas, peralatan mandi, pendingin ruangan, jaringan internet nirkabel, dsb

 

 

11.  Tahun 1997 (Hotel Hyatt Regency)

Hotel ini dibangun pada tahun 1997 dan terdiri dari 7 lantai, 2 restoran dan 269 jumlah kamar dengan beberapa pilihan jenis kamar. Hotel ini berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar yang cukup strategis dan dekat dengan tempat wisata, serta tempat untuk berbelanja.

 

 

12.  Tahun 1997 (Hotel Sheraton Mustika Jogjakarta Resort and Spa)

Hotel Sheraton Mustika Jogjakarta Resort and Spa terletak dekat dengan bandara internasional Adisucipto, lapangan golf Adisucipto, Museum Dirgantara, Candi Sambisari, dan Museum Kekayon. Hotel ini terdiri dari 8 lantai, 1 bar dan restoran, serta memiliki 246 kamar dengan pendingin ruangan, setiap kamar dilengkapi dengan mini barsafety box seukuran laptop, coffee/tea maker, kaca rias, shower dan bak mandi, akses internet, telepon, televisi, koran gratis, air mineral, dsb. Hotel ini terakhir kali direnovasi pada tahun 2008.

 

 

13.  Tahun 1997 (Hotel Novotel)

Hotel Novotel merupakan hotel berbintang empat yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 89, Depok, Jogjakarta. Hanya berjarak 1 kilometer dari jantung kota dan 7 kilometer dari Bandara Adi Sucipto. Bangunan hotel ini terdiri dari 8 lantai dirancang dengan arsitektur modern, penuh dengan nuansa kemewahan, dan memberikan prestis bagi para tamu. Tersedia sebanyak 202 kamar kontemporer yang berukuran luas dan terdiri dari beberapa tipe pilihan, yakni 166 kamar standar, 2 suite, 2 apartemen, dan 32 ruangan bebas rokok. Hotel ini di bawah naungan Accor Group yang memiliki sekitar 400 hotel dan resor di 60 negara. Accor Group membuka Hotel Novotel pertamanya pada tahun 1965 dengan 62 kamar.

 

 

14.  Tahun 1997 (Hotel Ibis Malioboro)

Hotel yang dibangun pada tahun 1997 ini merupakan hotel berbintang 3 yang memiliki 148 jumlah kamar dengan beberapa macam pilihan. Beralamat di Jalan Malioboro No. 52-58, hotel ini dekat dengan beberapa tempat wisata, hiburan dan perbelanjaan, seperti Toko Batik Keris, Mirota Batik Yogyakarta, Istana Air, Museum Sonobudoyo, Matahar Department Store, dan Kantor Informasi Pariwisata.

 

 

15.  Tahun 2005 (The Cangkringan Jogja Villas and Spa)

Hotel yang dibangun tahun 2005 ini terletak di pusat kota Kaliurang. Hotel ini dirancang untuk wisatawan yang ingin menyepi dari hiruk-pikuk kota besar. Memiliki total 27 kamar, termasuk villa, setiap kamar hotel ini dilengkapi dengan peralatan mandi, TV, pendingin ruangan, mini bar, dan koneksi internet gratis. Terdapat lapangan tenis dan kolam renang outdoor bagi yang gemar beraktivitas

 

 

16.  Tahun 2010 (Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel)

Hotel ini termasuk ke dalam kategori hotel berbintang empat yang baru dibangun pada 2010 lalu. Hotel ini terletak di Jalan Gajah Mada No. 67. Hotel ini dekat dengan Stasiun Lempuyangan yang bisa ditempuh hanya sekitar 3 menit saja, sehingga memudahkan pelancong yang ingin berkunjung ke Jogjakarta. Selain itu, hotel ini memiliki kolam renang outdoor serta pusat kebugaran.

 

 

17.  Tahun 2010 (Hotel Jentra Dagen)

Hotel ini beralamat di Jalan Dagen Malioboro No. 85, Pusat Kota Jogjakarta. Hotel ini terdiri dari 3 lantai dan memiliki 64 jumlah kamar serta 1 restoran. Hotel ini hanya setengah kilometer dari pusat kota dan dekat dengan Jalan Dagen, Purnomo Batik Art Group, serta Jalan Malioboro.

 

 

18.  Tahun 2011 (Merapi Merbabu Hotel)

Hotel yang berlokasi di Jalan Seturan Raya, Sleman, Depok, Jogjakarta ini dibangun pada tahun 2011 dan memiliki 7 lantai, 134 kamar, serta 2 restoran. Lokasi hotel ini cukup dkeat dengan sejumlah obyek wisata serta landmark kota Jogjakarta seperti Plaza Ambarrukmo, Museum Affandi, dsb.

 

 

19.  Tahun 2011 (Hotel Grand Aston)

Hotel ini dibangun pada tahun 2011 dan memiliki 141 kamar yang mana dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Terdapat layanan antar jemput dari bandara gratis dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak hotel. Anak dengan usia di bawah 5 tahun tidak dikenakan biaya tambahan. Hotel ini juga dilengkapi dengan kolam renang luar ruangan dan pusat kebugaran, juga terdapat fasilitas spa dengan layanan yang lengkap. Hotel ini berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo No. 37 yang mana termasuk ramai dilalui warga maupun wisatawan. Pada deretan jalan ini terdapat swalayan Gardena, toko-toko batik dan kain, serta penjaja makanan kecil.

 

 

20.  Tahun 2011 (The Edelweiss Hotel)

Hotel ini beralamat di Jalan Gejayan 17C, Depok, Jogjakarta dan memiliki 95 kamar yang tersebar di 9 lantai. Kenyamanan modern seperti TV layar datar, akses internet gratis, kamar bebas asap rokok, pendingin ruangan, dsb dapat didapatkan oleh para tamu.

 

 

21.  Tahun 2011 (Hotel Harper)

Hotel ini berlokasi di Jalan Mangkubumi No. 52, berseberangan dengan Hotel 101. Hotel Harper terdiri dari 8 lantai dan memiliki 131 kamar serta 1 bar dan restoran. Pada tahun 2014 hotel ini direnovasi.

 

 

22.  Tahun 2011 (Hotel Victoria)

Hotel ini berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto KM. 5 dan letaknya yang tidak berada persis di jalan utama menjadi keunggulan tersendiri bagi para wisatawan, karena mereka akan merasakan ketenangan dan kenyamanan di hotel ini. Bandara internasional dapat ditempuh dalam waktu 10 menit saja dari hotel ini.

 

 

23.  Tahun 2012 (Hotel Tentrem)

Hotel Tentrem Jogjakarta dibangun pada tahun 2012 dan merupakan salah satu hotel berbintang lima. Hotel ini berada di lokasi yang strategis, yakni di Jalan AM Sangaji No.72 A, Depok, Jogjakarta. Hotel ini cukup dekat dengan kawasan Malioboro. Bangunan hotel ini terdiri dari 8 lantai yang menawarkan sebanyak 274 kamar. Untuk keperluan rapat atau acara lain, tersedia sebuah ruang konferensi dengan arsitektur dan dekorasi artistik yang memadukan konsep bangunan modern dengan aksen tradisional Jawa.

 

 

24.  Tahun 2012 (Eastparc Hotel)

Hotel yang dibangun pada tahun 2012 ini terdiri dari 6 lantai dan memiliki 193 kamar serta 1 restoran. Hotel ini berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto KN. 6,5, Seturan. Fasilitas pada setiap kamar cukup lengkap, seperti adanya televisi layar datar, handuk, serta akses internet. Dalam hotel ini juga terdapat pusat kebugaran, kolam renang luar ruangan, taman bermain anak, kolam renang anak, dsb.

 

 

25.  Tahun 2012 (Sahid Rich Jogja Hotel)

Hotel yang didirikan tahun 2012 dan direnovasi pada 2015 ini berlokasi di Jalan Raya Magelang KM. 6, No. 18, Sinduadi, Jogjakarta. Hotel ini menawarkan berbagai pelayanan serta fasilitas untuk para wisatawan, seperti akses internet gratis di semua kamar, toko serbaguna, toko cinderamata, akses mudah untuk kursi roda, dsb. Hotel ini juga menawarkan fasilitas rekreasi seperti pusat kebugaran, sauna, kolam renang luar ruangan, spa, dsb. Sahid Rich Jogja Hotel terdiri dari 21 lantai dengan 473 kamar dan 2 bar serta restoran.

 

 

26.  Tahun 2012 (Fave Hotel)

Hotel yang berlokasi di Jalan Kusumanegara No. 91 ini dibangun pada tahun 2012 dan terdiri dari 3 lantai serta 101 kamar dan 1 restoran. Tampilan hotel ini terkesan fancy and fun, cocok bagi siapa saja yang ingin bersenang-senang. Terletak hanya 4,5 kilometer dari pusat kota, hotel berbintang 3 ini memiliki lokasi yang bagus dan menyediakan akses ke obyek wisata seperti Rumah Sakit Soedirman, Kebun Binatang Gembira Loka, dan Museum Batik.

Hotel ini menawarkan pelayanan serta segala fasilitas penting bagi para wisatawan, seperti akses internet gratis, resepsionis 24 jam, penyimpanan barang, tempat parkir mobil, kamar bebas rokok, pendingin ruangan, layanan bangun pagi, meja tulis, dsb.

 

 

27.  Tahun 2012 (Hotel Horison Ultima Riss)

Hotel ini terletak di Jalan Gowongan Kidul No. 33-49, Pusat Kota Jogjakarta dan direnovasi pada tahun 2013. Hotel ini terdiri dari 6 lantai dan memiliki 94 jumlah kamar serta 1 restoran. Hotel ini memiliki desain yang mempresentasikan kelas tradisional Jawa yang modern.

 

 

28.  Tahun 2013 (Hotel Grand Tjokro)

Hotel ini dibangun pada tahun 2013 dan terletak di Jalan Gejayan No. 37. Hotel ini memiliki 54 kamar serta sky lounge. Akses menuju tempat lain cukup mudah dari hotel ini.

 

 

29.  Tahun 2013 (Grand Zuri Malioboro)

Hotel yang dibangun tahun 2013 ini dirancang dengan desain gaya modern minimalis, sehingga menawarkan kamar yang nyaman dengan interior modern serta berbagai fasilitas. Hotel ini terletak di Jalan Margo Utomo (Mangkubumi) No. 18, Malioboro, Jogjakarta dan dapat dicapai hanya dengan 4 menit berkendara dari Keraton Jogjakarta, Monumen Tugu, dan Candi Kalasan.

 

 

30.  Tahun 2013 (Hotel Neo Malioboro)

Hotel yang dibangun pada tahun 2013 ini berlokasi di Jalan Pasar Kembang No. 21, Jogjakarta dan terakhir direnovasi pada tahun 2015. Hotel ini terdiri dari 9 lantai dan memiliki 154 jumlah kamar serta 1 restoran.

 

 

31.  Tahun 2014 (The 101 Hotel)

Hotel ini terletak di Jalan Margo Utomo yang dikenal dengan Jalan Mangkubumi. Hotel ini sangat dekat dengan Stasiun Tugu sehingga memudahkan akses transportasi bagi siapapun yang ingin berkunjung ke Jogjakarta.

 

 

32.  Tahun 2014 (Crystal Lotus Hotel)

Hotel ini terletak di Jalan Magelang KM. 5,2, Sinduadi, Jogjakarta dan memiliki 139 kamar. Fasilitas utama hotel ini yakni restoran dan bar, kolam renang luar ruangan, antar-jemput kawasan sekitar gratis, pusat kebugaran, ruang rapat, antar-jemput ke bandara, resepsionis 24 jam, pendingin kamar dalam setiap ruangan, layanan pembersihan harian, dan taman. Hotel ini dekat dengan Monumen Jogja Kembali, Universitas Gajah Mada, Monumen Tugu, Universitas Negeri Yogyakarta, serta Museum Sasana Wiratama.

 

 

33.  Tahun 2014 (The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center)

Hotel ini terletak di area Ngaglik dan terdiri dari 18 lantai serta memiliki 254 kamar yang semuanya dilengkapi dengan suasana yang tenang dan harmonis. Pusat kebugaran, kolam renang luar ruangan, spa, pijat di hotel ini adalah tempat-tempat ideal untuk bersantai. Hotel yang terakhir direnovasi pada 2015 ini berjarak 7 kilometer dari pusat kota Jogjakarta.

 

 

34.  Tahun 2014 (Gallery Prawirotaman Hotel)

Hotel ini berlokasi di Jalan Prawirotaman 2/Gerilya No. 839B, Mergangsan, Brontokusumo, Kota Gede, Jogjakarta. Hotel ini terdiri dari 4 lantai dengan jumlah kamar sebanyak 94 kamar serta 1 bar dan restoran. Fasilitas yang tersedia di kamar hotel ini adalah akses internet gratis, TV layar datar, kamar bebas asap rokok, handuk, dan pendingin ruangan.

 

 

35.  Tahun 2014 (Greenhouse Boutique Hotel)

Hotel yang berlokasi di Jalan Prawirotaman II No. 629 Brontokusuman, Kota Gede, Jogjakarta ini terdiri dari 4 lantai serta memiliki 96 jumlah kamar dengan 1 bar dan restoran.

 

 

36.  Tahun 2014 (POP! Hotel Malioboro)

Hotel ini beralamat di Jalan Gandekan Lor No. 92, Pusat Kota Jogjakarta dan terdiri dari 6 lantai serta memiliki 103 kamar.

 

 

37.  Tahun 2014 (Indoluxe Hotel)

Hotel ini berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar No. 106, Ngaglik, Jogjakarta dan terdiri dari 19 lantai serta memiliki 200 kamar dan 2 bar serta 1 restoran.

 

 

38.  Tahun 2015 (Zest Hotel)

Terletak di Jalan Gajah Mada, hotel ini memiliki akses dekat dengan pasar Beringharjo dan Jalan Malioboro. Zest Hotel didesain dengan modern yang diperuntukkan bagi para tamu yang mencari akomodasi kasual dan santai. Terdiri dari 160 kamar yang didesain secara modern dan ekslusif serta restoran yang menyajikan masakan Indonesia dan internasional.

 

 

39.  Tahun 2016 (Swiss Bell Hotel)

Hotel yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman ini tergolong masih baru karena dibangun pada tahun 2016. Dibangun dengan memakan waktu lebih dari satu tahun, hotel ini memiliki 121 kamar yang dapat dijumpai dari lantai 3 hingga lantai 9. Kamar-kamar tersebut dibagi ke dalam 88 tipa deluxe, 26 grand deluxe, 6 business suite, serta satu kamar tipe executive suite. Sejumlah fasilitas disematkan hotel berbintang yang jaringannya tersebar lebih dari 10 negara ini, seperti ruang pertemuan yang berjumlah 8 ruang, 2 restoran, kolam renang yang berada di lantai teratas (lantai 10), serta air terjun. Yang membedakan hotel ini dibandingkan dengan hotel-hotel lain di Jogjakarta adalah adanya air terjun yang diberi nama Segaran Water Pool, yang menjadikan hotel ini menjadi satu-satunya hotel dengan air terjun dalam ruangan.

Hotel ini berada dalam group Swiss-Bell International yang didirikan pada tahun 1986 oleh Peter Gautschi. Perusahaan ini mulai memasuki pasar Asia sejak tahun 1997 dan sekarang memiliki 32 hotel dan 25 hotel lainnya.

 

 

40.  Tahun 2016 (Gaia Cosmo Hotel)

Hotel Gaia Cosmo berada di kawasan sentra bisnis Jogjakarta, Jalan Ipda Tut Harsono. Hotel ini memiliki 179 kamar dengan 8 tipe. Karena berada di tengah kota, akses untuk kemana saja sangat mudah. Untuk menuju bandara hanya membutuhkan waktu 10 menit, begitu juga apabila akan menuju Stasiun Tuga. Sementara itu, hanya dibutuhkan 5 menit untuk ke Stasiun Lempuyangan, begitu juga untuk menuju Ambarrukmo Plaza dan Jogja Expo Center.

Artikel Selanjutnya 10 Hektar Padang Rumput Pulau Komodo Terbakar, ini Foto Sebelum dan Sesudah

LEAVE A REPLAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *